Tiba-tiba gue pengen meracau sedikit nih di sore hari ini, setelah bolak-balik miting dengan perusahaan-perusahaan pembangkit energi, tentang perokok. Setelah membaca jurnal dari mpok ari ku tersayang (sorry nih cuy...bukan maksut hati apa-apa, cuman sekedar meracau). gue jadi pengen ngebandingin antara seorang perokok dengan seorang pengendara/pemilik kendaraan bermotor. Siapa yang sebenarnya lebih harus dihargai di negara ini (dalam kacamata gue loh ini...)... mari kita telaah aspek-aspeknya...
Banyak yang membenci perokok dengan alasan perokok mengotori udara bersih, berdampak buruk bagi perokok pasif disekelilingnya. Ini mungkin benar kalau seseorang merokok dalam raungan tertutup dan tidak ada sirkulasi udara... tapi kalau di udara terbuka? Belum ada penelitian yang menyatakan dampak asap rokok terhadap peningkatan CO2 di udara yang berkontribusi dalam global warming. Terhadap perokok pasif apakah ada dampaknya bila asap yang dihembuskan langsung terbang ke atmosfer?
Sementara itu pengendara kendaraan bermotor menghasilkan emisi udara yang siknifikan!. Asap yang keluar dari knalpot motor atau mobil di jakarta sukses membuat jakarta menjadi salah satu kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Dampaknya terhadap manusia? You name it, ISPA, bensin bertimbal membuat anak-anak idiot dan lain-lain. Dampaknya terhadap lingkungan? Lebih gila lagi, green house gas yang keluar dari knalpot parah, SO2 menyebabkan hujan asam dan lain-lain.
Perokok berkontribusi besar terhadap perekonomian…. *fakta yang tidak bisa dibantah oleh siapapun, jadi jangan sekali-sekali dibantah, karna ini adalah fakta*
Sementara pengendara/pemilik kendaraan sebesar apa kontribusinya terhadap perekonomian? Berapa sih pajak kendaraan bermotor? Multiplier effect ekonomi seberapa besar sih industri otomotif itu? Patut diketahui bahwa indutri otomotif adalah industri padat modal, bukan padat karya. Artinya tingkat penyerapan tenaga kerjanya minim. Sangat jauh bila dibandingkan dengan penyerapan tenaga kerja di industri rokok.
Fakta penting lainnya yang harus diingat dan dicermati bersama adalah : pengendara kendaraaan itu menerima subsidi BBM yang besar sekali dari pemerintah. Subsidi yang bisa membuat negara ini bangkrut!!... harap ini diperhatikan... pengendara hanya membayar setengah dari harga bensin yang mereka beli. Sisanya dibayar oleh pemerintah yang mendapat uang dari pajak cukai para perokok!. ..kalau di pikir-pikir ini adalah ironi yang hebat....
Meskipun demikian bukan berarti gue membela perokok yang merokok sembarangan dan menghujat para pengedara kendaraan bermotor, tetapi hanya mengemukakan sedikit fakta saja. Anyway gue juga pernah menjadi pengendara koq dan bermobil sambil merokok itu asyik banget deh....