**Victoria Concordia Crescit**

Indra Zen 's posts with tag: kapitalisme

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag kapitalisme
Posted by Indra Zen on May 12, '08 11:58 PM for everyone

Menjelang pemerintah secara resmi menaikkan harga BBM, pro dan kontra merebak luas di masyarakat luas. Kalangan yang pro kebanyakan menyampaikan opini mereka melalui media massa, sedangkan yang kontra selain di media massa mereka juga turun ke jalan melakukan demonstrasi. Kubu yang sering turun ke jalan adalah mahasiswa yang tergabung dalam berbagai kelompok aksi.

Seperti biasanya aksi demonstrasi, tuntutan yang disuarakan pada umumnya tuntutan dari satu sisi agar pihak yang di demo mau menuruti apa yang diinginkan oleh pihak yang melakukan demo. Secara umum tidak ada dialog antara kedua belah pihak dan masing-masing pihak mengeluarkan jurus ”pokoknya bla bla bla”. Tidak akan ditemukan solusi karna tidak ada yang menawarkan solusi.

Hal ini dapat dilihat pada demo menentang kenaikan harga BBM belakangan. Demontrans sama sekali tidak dapat menawarkan ataupun memberikan solusi yang cerdas yang dapat dipertimbangkan pemerintah agar kenaikan BBM tidak jadi dilakukan. Para demonstran hanya menentang tanpa memberi solusi yang dapat diterima semua pihak.

Saat ini harga minyak mentah hampir mencapai 130 dolar perbarel.  Para analis mengatakan  harga akan segera menuju angka 150 dolar perbareal. Bahkan sekjen OPEC meramalkan harga akan menembus 200 dolar perbarel pada tahun ini. Dengan kondisi seperti ini apakah ada solusi lain selain menaikkan harga BBM a.k.a mengurangi subsidi? Apabila harga minyak mencapai 200 dolar perbarel dan harga BBM tidak jadi dinaikkan itu berarti subsidi yang harus dibayar dengan APBN bernilai kurang lebih 500 trilyun sama dengan kekayaan engkong Warren Buffet.  Nilai tersebut sama dengan 60% dari total APBN. 


Artinya lagi dengan hanya mengandalkan sisa  40%
dana APBN pemerintah tidak bisa lagi melakukan pembangunan bahkan kesulitan membayar gaji pegawai . Kondisi yang bisa membuat negara tercinta ini  bubar alias gulung . Semoga tidak.   

Kembali ke masalah demonstrasi tanpa solusi, ada sebenarnya pihak-pihak yang harus didemo oleh kita  dan masyarakat internasional. Pihak-pihak yang menjadi aktor maupun pemicu naiknya harga minyak.

Marilah kita mendemo para negara-negara OPEC yang tidak mau meningkatkan produksi minyak mereka, gerilyawan nigeria yang selalu mengacau industri minyak di negara tersebut, gerilyawan kurdi irak yang sering bertikai dengan turki, presiden venezuela hugo chavez yang sering bersebrangan dengan amerika dan memicu aksi spekulasi, ketegangan-ketegangan di selat hormuz dan yang merupakan aktor utama yaitu para spekulan yang bermain di bursa kontrak komoditi New York Menchantile Exchange (NYMex)



Posted by Indra Zen on Mar 19, '08 1:24 PM for everyone

I just get this email from friend who just lost 2 billion rupiah from stock market...fascinating to read especially for material women

 

A young and pretty lady posted this on a popular forum:
Title: What should I do to marry a rich guy?


I'm going to be honest of what I'm going to say here. I'm 25 this
year. I'm very pretty, have style and good taste. I wish to marry a
guy with $500k annual salary or above. 

 

You might say that I'm greedy, but an annual salary of $1M is considered only as middle class in New York. My requirement is not high. Is there anyone in this forum who
has an income of $500k annual salary? Are you all married?

 

I wanted to ask: what should I do to marry rich persons like you? Among those I've
dated, the richest is $250k annual income, and it seems that this is
my upper limit. If someone is going to move into high cost residential
area on the west of New York City Garden (?), $250k annual income is
not enough.


I'm here humbly to ask a few questions:
1) Where do most rich bachelors hang out? (Please list down the names
and addresses of bars, restaurant, gym)
2) Which age group should I target?
3) Why most wives of the riches is only average-looking? I've met a
few girls who doesn't have looks and are not interesting, but they are
able to marry rich guys
4) How do you decide who can be your wife, and who can only be your
girlfriend? (my target now is to get married)


Ms. Pretty
Here's a reply from a Wall Street Financial guy:
Dear Ms. Pretty,


I have read your post with great interest. Guess there are lots of
girls out there who have similar questions like yours. Please allow me
to analyze your situation as a professional investor. My annual income
is more than $500k, which meets your requirement, so I hope everyone
believes that I'm not wasting time here.


From the standpoint of a business person, it is a bad decision to
marry you. The answer is very simple, so let me explain. Put the
details aside, what you're trying to do is an exchange of "beauty" and
"money": Person A provides beauty, and Person B pays for it, fair and
square.

 

However, there's a deadly problem here, your beauty will fade,
but my money will not be gone without any good reason. The fact is, my
income might increase from year to year, but you can't be prettier
year after year.

 

Hence from the viewpoint of economics, I am an
appreciation asset, and you are a depreciation asset. It's not just
normal depreciation, but exponential depreciation. If that is your
only asset, your value will be much worried 10 years later
By the terms we use in Wall Street, every trading has a position,
dating with you is also a "trading position".

 

If the trade value dropped we will sell it and it is not a good idea to keep it for long
term same goes with the marriage that you wanted. It might be cruel to
say this, but in order to make a wiser decision any assets with great
depreciation value will be sold or "leased".

 

 Anyone with over $500k annual income is not a fool; we would only date you, but will not marry you. I would advice that you forget looking for any clues to
marry a rich guy. And by the way, you could make yourself to become a
rich person with $500k annual income. This has better chance than
finding a rich fool.


Hope this reply helps. If you are interested in "leasing" services, do
contact me
signed, J.P. Morgan


Posted by Indra Zen on Mar 10, '08 11:32 AM for everyone

berita terbaru dari bloomberg

Harga minyak mentah malam ini menyentuh 107 US dolar perbarrel di new york karna para investor memburu kontrak future minyak yang memberikan imbal hasil lebih tinggi daripada media investasi lainnya...

capitalism rulezzzzz

dunia tambah gila


Posted by Indra Zen on Mar 7, '08 1:53 AM for everyone

Warren Buffett is now the world's richest person,
topping the just-released Forbes 2008 ranking of
global billionaires, with an estimated wealth of $62
billion.

He bumps Microsoft's Bill Gates from the number one
spot, a position Gates held for 13 consecutive years.

With help from Berkshire Hathaway's best year in
almost a decade, Forbes estimates Buffett's wealth
increased by $10 billion from the $52 billion that put
him in the number two slot of the magazine's list last
year.

It's the second year in a row Buffett's wealth has
jumped by $10 billion, even as begins to give away
lots of money to charities, notably the Gates
Foundation.

Gates falls to number three this year with $58
billion, behind Mexico's Carlos Slim, who is number
two with an estimated wealth of $60 billion. Forbes
says Gates would have been "as rich -- or richer --
than Buffett" if Microsoft's stock hadn't dropped
sharply after it unsolicited bid for Yahoo last month.

Last summer and fall, several publications, including
the Wall Street Journal and Fortune magazine called
Slim the "world's richest man" due to the soaring
value of Mexican stocks he holds, including Telefonos
de Mexico [TMX 34.0 --- UNCH ] and America
Movil [AMOV 59.26 --- UNCH ]. In October,
Forbes informally declared Slim and Gates to be in a
"virtual tie" for the title of World's Richest Person.

Mexican stocks, however, have faded in recent months,
giving Buffett an opening.

In my post yesterday (Tuesday) at about this time, I
asked: Will Warren Buffett Still Be the World's Second
Richest Person 24 Hours from Now? and showed this
chart, which has Berkshire (in blue) outperforming
both Microsoft (orange) and Telefonos de Mexico
(green) over the last twelve months.

To be totally honest, while I thought and wrote
yesterday that Buffett could give Gates and Slim a
good "run for their money," I expected the answer to
my headline question to be 'no' with Buffett falling
to third.

Instead, he's number one on the list that comes
closest to being the 'official' scorecard for the
super-rich.

That should give all the Buffett fans heading to Omaha
something to celebrate at Berkshire Hathaway's annual
"Woodstock for Capitalists" two months from now.


Posted by Indra Zen on Mar 2, '08 9:11 AM for everyone

Iklan setengah halaman di kompas sabtu 1 maret 2008 premiere Chicago , USA property launch dapat dipastikan bahwa iklan ini ditujukan kepada calon pembeli potensial di Indonesia karena dimuat di media lokal  kompas. Iklan ini sah sah saja karena setiap penjual pastinya akan mempromosikan produknya kepada calon pembeli yang menurut riset mereka potensial. Pertanyaannya adalah apakah rakyat Indonesia berpotensi untuk membeli apartemen yang diiklankan ini yaitu The Chicago Spire yang di klaim sebagai “salah satu bangunan tempat tinggal tertinggi di dunia dan menghadap danau Michigan”?

 

Ini kurang lebihnya sama dengan sebuah artikel yang pernah gw baca di majalah mode dan lifestyle beberapa tahun yang lalu tentang seorang wartawan yang diundang oleh EO pameran perhiasan dan batu-batu permata yang diadakan di salah satu Negara eropa *lupa Negara mana*. Sang wartawan bertanya kepada EO yang mengundang kenapa hanya wartawan dari belasan Negara saja yang diundang termasuk dirinya yang berasal dari Indonesia, serta apakah masyarakat Indonesia tertarik dengan perhiasan yang berharga supermahal tersebut mengingat Indonesia masih belum lepas dari krisis ekonomi. Si EO menjawab bahwa tentu saja masyarakat Indonesia merupakan pembeli potensial kalau tidak mana mungkin mereka mengundang sang wartawan dengan membiayai semua biaya perjalanannya.

 

Kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa Indonesia tidak kekurangan orang kaya, bahkan menurut riset terakhir dari sebuah NGO asing, Indonesia termasuk lima besar Negara dunia yang paling tinggi pertumbuhan manusia kayanya.

 

Disisi lain dalam realita kehidupan sehari-hari yang banyak tersaji didepan mata kita adalah potret kemiskinan yang semakin merajalela. Bisa diperhatikan berapa banyak pengemis, pemulung, pengamen, pedagang asongan, bocah-bocah yang seharusnya duduk dibangku sekolah terpaksa atau dipaksa untuk berkeliaran dijalan mencari nafkah. Mereka ini termasuk dalam masyarakat yang hidup dengan uang kurang dari dua dolar sehari dan menurut bank dunia disinyalir berjumlah lebih kurang 40 juta orang dan cenderung bertambah, dari total 250 juta penduduk Indonesia *indicator ini langsung dibantah oleh pemerintah*

 

Kesimpulan lagi bahwa meskipun jumlah orang kaya bertambah banyak, jumlah orang miskin juga bertambah banyak *meskipun pemerintah meng klaim telah dapat mengurangi angka kemiskinan*

 

Kalau kita lihat perbedaan antara orang kaya dan orang miskin kita semuanya setuju bagaikan langit dan bumi. Orang kaya dapat membelanjakan uangnya untuk membeli barang-barang mewah tanpa  pikir panjang demi prestise dan gengsi, sementara si miskin harus banting tulang hanya sekedar untuk makan dua kali sehari *kadang pun hanya sekali sehari*  

 

Kalau gw menyebutnya bagai langit dan comberan. Si kaya duduk di singgasana langit dikipasi dayang-dayang, sementara si miskin berkubang di comberan busuk dan penuh Lumpur. Suka atau tidak suka itulah yang terjadi di indonesia dan dunia sekarang ini.

 

Dengan kondisi seperti ini siapa yang harus disalahkan? Sebagian penduduk dunia antiglobalisasi dengan gamblang menuduh globalisasi dan kapitalisme dunialah yang menjadi biang kerok ini semua. Betapa tidak dengan globalisasi dunia menjadi borderless, terbentuk lah pasar bebas, perusahaan-perusahaan negara di privatisasi, mereka yang punya duit dapat membeli apa saja dibelahan dunia mana saja *kecuali di negara sosialis seperti cuba*. Sumber daya alam dikuras habis-habisan demi keuntungan trans nasional corporation yang menjadi motor utama globalisasi, sementara negara sebagai pemilik sumber daya alam hanya kebagian upilnya dan rakyat setempat hanya menjadi penonton. Ditambah lagi mental korup pejabat publik. Gambaran ini terdengar bombastis tetapi inilah realita yang ada.

 

Belakangan ini kita mendengar, melihat dan merasakan terjadinya peningkatan harga komoditas seperti minyak bumi dan CPO (minyak kelapa sawit mentah). Kenaikan ini membuat  dunia kelimpungan karena komoditas ini bisa disebut komoditas primer, dan kenaikan harga akan memicu inflasi.  Menurut analis peningkatan harga disebabkan oleh strong demand dari pasar. Ini bisa dibenarkan dalam hukum ekonomi bila demand meningkat maka harga akan naik. Tetapi bila dicermati mungkinkah harga minyak bumi bisa melonjak 200% dalam kurun waktu tiga tahun meskipun permintaan melonjak?

 

Secara hitungan bodoh aja bila seorang penduduk dunia membutuhkan minyak seliter sehari maka harga akan naik 100% bila kebutuhan meningkat menjadi dua liter sehari, atau kebutuhan tetap tetapi jumlah penduduk meningkat menjadi dua kali lipat. Apakah rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia mencapai 200% dalam tiga tahun? Rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia hanya satu digit pertahun. Apakah suplai yang menurun? Bisa jadi tetapi reserve terbukti saat ini masih cukup untuk 20 tahun mendatang. Jadi apa penyebabnya?

 

Para ekonom dan analis menuduh para hedge fund lah yang menjadi biang masalah gonjang ganjing ini. Hedge fund ini adalah manajer investasi dari investasi kolektif semacam reksadana yang kliennya adalah manusia superkaya dunia. Hedge fund dituntut untuk selalu memberikan keuntungan kepada nasabah mereka. Tuntutan seperti ini membuat para manajer investasi hedge fund menggunakan segala cara untuk memenuhi tuntutan klien dan mereka ini banyak yang melakukan kecurangan, manipulasi dan spekulasi. Dana mereka sangat besar. Menurut informasi terakhir ada 516 triliun dolar AS *hitung sendiri berapa rupiah tuh*. Dengan dana sebesar itu mereka dapat mengontrol harga komoditas maupun saham dan mengeruk keuntungan.

 

Hedge fund ini menari-nari didepan penderitaan orang lain. Mereka tambah kaya sedangkan yang lain bertambah miskin. Uang memang paling berkuasa didunia. Tetapi menurut gw masih ada yang lebih berkuasa yaitu tuhan. So bagaimana tuhan akan menunjukkan kekuasaannya? Apakah kapitalisme akan berakhir? Sepertinya tidak karena kapitalisme sangat dekat dengan nafsu manusia. Seberapa banyak manusia yang dapat menahan nafsu untuk menjadi kaya dan hidup senang? Jawab sendiri deh...


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help