Ngga terasa udah hampir dua tahun gue menjadi investor atau trader atau maen saham istilah umumnya di bursa efek Jakarta yang sekarang berganti nama menjadi bursa efek Indonesia. Dalam rentang waktu tersebut udah banyak gejolak dunia financial yang gw alami, rally kenaikan yang bikin hati melayang maupun crash yang membuat jantung berhenti berdentang.
Perkenalan gw dengan dunia saham ini sebenarnya dimulai tahun 2003, awal-awal mulai kerja dan kebetulan waktu itu ada gonjang-ganjing akuisisi perusahaan tambang Kaltim Prima Coal oleh emiten Bumi Resources yang membuat harga saham BUMI ini melambung berkali lipat. Kebetulan gw bekerja di instansi yang ada hubungannya dengan kaltim prima coal ini. Karena memang belum memiliki keberanian dan pengetahuan yang memadai tentang investasi apalagi yang berprofile resiko tinggi seperti saham ini maka gw hanya melewatkan fenomena itu sebagai sebuah totonan belaka.
Ditahun berikutnya karena kebiasaan gw membaca hal berbau bisnis dan finansial, gw mulai tertarik dengan sebuah produk investasi yang bernama reksadana. Kebetulan saat itu reksadana lagi booming dan banyak tulisan dan media yang mengulas tentang reksadana ini. Dengan berbekal uang yang telah terkumpul sedikit demi sedikit gw memberanikan diri untuk membeli reksadana yang berbasis saham. Sebuah keputusan yang tepat karna reksadana pendapatan tetap yang berbasis obligasi tahun berikutnya mengalami crash karna kenaikan suku bunga bank dampak dari kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM.
Setelah setahun di reksadana dengan kebiasaan gw melihat net asset value (NAV) tiap pagi di koran tempo terjadilah restrukturisasi dan mutasi para pejabat dikantor. Diantara pejabat yang dimutasi terdapat seorang yang sebenarnya udah gw kenal sebelumnya dan kebetulan sekali ditempatkan sebagai atasan langsung gw. Setelah bersosialisasi beberapa minggu menyangkut kerjaan kantor barulah gw tau bahwa ini seorang investor saham. Dari bos gw inilah gw mulai tertarik dan belajar mengenai saham secara intensif sampai akhirnya tercebur sangat dalam sampai sekarang.
Selama berkecimpung didunia saham gw mengambil kesimpulan bahwa hal yang paling berguna adalah pengalaman yang telah didapat sebelumnya ketimbang hanya sekedar teori-teori yang banyak diajarkan di sekolah maupun kursus-kursus finansial. Pengalamanlah yang bisa membantu gw untuk menghindari kerugian yang lebih besar serta dalam mengambil sebuah keputusan investasi. Meskipun demikian teori dan analisa fundamental, teknikal juga sangat berguna untuk terjun ke dunia saham.
Bila sampai pada pertanyaan apa yang telah gw dapetin dari investasi di saham gw agak bingung ngejawabnya. Dari segi finansial gw berhasil meningkatkan equity gw dan target jangka pendek untuk menuju ke angka 10 digit masih berjalan. Selain itu ruang lingkup visi gw menjadi semakin mengglobal, lumayan menguasai ekonomi makro dan mikro. Semua kejadian yang dirasa ada pengaruhnya ke dunia finansial ngga luput dari perhatian gw detik demi detik. Suku bunga global, angka pengangguran, inflasi, kebijakan pemerintah, harga komoditas dan sebagainya menjadi makanan gw sehari-hari. Bahkan perubahan cuaca dan banjir seperti yang terjadi di australia minggu kemaren yang menyebabkan menurunnya produksi batubara disana dan menyebabkan harga batubara di pasar spot naik adalah berita yang selalu gw ikutin. Siang hari memantau pasar dengan realtime running trade sambil memantau pasar regional asia dan australia, sore jam tiga pasar eropa juga harus di cek, naik apa turun, dan malamnya pasar amerika di new york stock exchange harus di pantau dulu sebelum tidur berikut berita-berita yang dapat mempengaruhi pasar.
selain itu yang gue dapetin adalah uban yang mulai numbuh dikepala gw yang gw yakin itu akibat dari tidak pernahnya otak gw berhenti berpikir. Kacamata yang bertambah tebal juga adalah hasil dari mata yang capek melotot didepan komputer melihat angka-angka yang selalu berubah.
Yah begitulah nasib gw sekarang ini, tapi demi target yang harus dicapai harus gw jalanin. Karena bila suatu saat gw mendapat kesempatan menjadi pejabat tinggi dikantor gw ngga perlu melakukan korupsi untuk menjadi kaya, karna gw udah kaya duluan sebelum menjadi pejabat. tapi kalo udah kaya ngapain pula jadi pejabat?